23 February 2016

Tutorial How I Curly My Hair plus Review Repit Magic Brush Iron | Video

Hello...


Siapa ayo di antara kamu yang punya masalah sama rambut yang sulit di atur? atau sering kali kamu sulit untuk men-stylish rambut kamu sendiri? Nah hari ini aku punya tutorial mudah tentang how I curly my hair most of the times.


easy tutorial, tutorial, hair tutorial, how to blow hair, hair blow, hair tutorial, how i curly my hair, hair style, hair blow tutorial, beauty blogger indonesia, indonesian beauty blogger

Sebelumnya aku lebih sering menggunakan gaya rambut beach wave. Itu loh, model curly yang seperti mie tapi agak longgar-longgar hahahaha... Tapi trus rasanya model beach wave membuat wajahku terlihat lebih bulat dan chubby. Akhirnya aku berganti ke gaya rambut yang sebenarnya lebih sederhana, model classic blow yang masuk kedalam sehingga membingkai wajahku dan menutupi pipiku yang agak chubby.

easy tutorial, tutorial, hair tutorial, how to blow hair, hair blow, hair tutorial, how i curly my hair, hair style, hair blow tutorial, beauty blogger indonesia, indonesian beauty blogger

easy tutorial, tutorial, hair tutorial, how to blow hair, hair blow, hair tutorial, how i curly my hair, hair style, hair blow tutorial, beauty blogger indonesia, indonesian beauty blogger

Kurang lebih modelnya seperti foto-foto di atas. Tadinya aku jarang banget membuat model rambut seperti foto di atas karena model tersebut biasanya diperoleh dari hasil blow menggunakan sisir dan hairdryer dimana aku tidak terlatih untuk mem-blow rambutku sendiri. Belum lagi pegelnya narik-narik rambut sambil megang hairdryer. Kemudian mamaku memperkenalku dengan Repit Brush Iron yang modelnya seperti sisir blow dan dapat digunakan dengan mudah. 10-15 menit dengan alat ini, dan hasil rambut yang rapi sesuai dengan harapanku pun langsung jadi. Gimana caranya? Lihat tutorial di bawah ini yah ^^


Sekalian membahas tentang how I curly my hair, aku juga akan review singkat tentang tools yang aku pakai, yaitu Repit Brush Iron. Tanpa tools ini rasanya agak mustahil aku bisa membentuk rambutku seperti foto-foto di atas. Secara yah.... hair blow dengan sisir dan hairdryer itu bisa bikin tangan serasa habis mengangkat beras berbobot 35 kg hahaha.

repit, repit brush, repit brush iron, rapit magic brush, hair iron, hair curler, hair blow, review repit, review, review repit brush iron

Aku pertama kali mengenal Repit dari mamaku yang juga baru tahu dari salah satu salon yang dia datangi. Repit ini berbentuk sisir blow yang dapat di pakai untuk berbagai model gaya rambut. Kalau nggak salah brand ini berasal dari Korea. Produk ini hadir dengan CD tutorial yang gaya rambutnya bertipe Korean Hair Style. Awalnya aku mencoba Repit Brush Iron yang warna hitam, ini adalah model pertama dari Repit Brush Iron. Tersedia dalam 3 pilihan ukuran : 22 mm, 26 mm dan 32 mm. Punyaku adalah ukuran yang paling besar yaitu 32 mm.

Repit kemudian menawarkan aku untuk mencoba produk terbaru mereka yaitu Rapit Magic Brush Iron 2in1. Modelnya hampir sama dengan yang original tetapi dapat digunakan sebagai curling maupun straightener. Pada pegangannya, kamu akan menemukan tombol open/lock untuk mengubah bentuk brush-nya. Repit Magic Brush Iron 2in1 ini tersedia dalam 2 ukuran : 22 mm dan 27 mm. Aku memilih yang 27 mm karena aku lebih suka tipe curly yang agak besar-besar.

repit, repit brush, repit brush iron, rapit magic brush, hair iron, hair curler, hair blow, review repit, review, review repit brush iron, tutorial

Repit Brush Iron terbuat dari keramik dan memiliki 4 pilihan suhu : 130°C, 150°C, 170°C, and 190°C. Sedangkan Repit Magic Brush Iron 2in1 memiliki 4 suhu juga tapi dengan range yang lebih sedikit berbeda yaitu 110°C, 140°C, 170°C, and 200°C. Aku biasanya selalu pakai suhu kedua tertinggi yaitu 170°C. Repit Brush Iron hanya perlu waktu sekitar 3 menit sebelum panas dan siap untuk digunakan. 

repit, repit brush, repit brush iron, rapit magic brush, hair iron, hair curler, hair blow, review repit, review, review repit brush iron, tutorial

Plat pemanas dari Repit Brush Iron ini terletak di bagian dalam jadi meskipun kamu menyentuh bagian ujung sisirnya, tidak akan terasa panas. Model pemanas rambut seperti ini cocok untuk style rambut yang agak loose. Tapi kalau kamu suka tipe yang curly banget, semacam Indomie gitu hahahaha... agak sulit kalau pakai Repit Magic Brush, dan akan lebih cepat loose juga. Tapi so far aku suka Repit karena nggak bikin rambut jadi kering. Panasnya cukup kok, tapi memang lebih untuk blow style. Karena rambutku termasuk kering, selama tidak di cuci atau tidak kena air, hasil blow-nya tahan setidaknya 2-3 hari.

repit, repit brush, repit brush iron, rapit magic brush, hair iron, hair curler, hair blow, review repit, review, review repit brush iron, tutorial

Rapit Magic Brush yang biasa atau yang 2in1? Hemmm Aku nggak bisa milih #Maruk wkwkkwkw. Aku suka Magic Brush 2in1 karena bisa untuk meluruskan rambut juga. Aku hampir tidak pernah mencatok rambut jadi lurus, tapi karena aslinya rambutku tidak lurus, biasanya untul layer rambut terluar aku catok sedikit sebelum bagian bawahnya aku blow. Tapi aku juga suka yang model originalnya karena ukuran diameternya ada yang sampai 32mm. I love those big wave hair style. Jadi menurutku hal ini lebih tergantung ke kebutuhan kamu. Kalau dari sisi harga kedua jenis Repit Brush ini harganya tidak berbeda jauh. 

Berapakah harga Repit Brush Iron? Harganya bervariasi mulai dari 1,3 - 1,5 jutaan. Rapit Magic Brush ini dapat dibeli di toko elektronik seperti Best yang ada di beberapa mall di Jakarta, ada juga di Metro, dan beberapa tempat lainnya. Info lebih lengkap bisa ke sini yah.  Ada juga dijual secara online di beberapa online shop seperti Tokopedia, Rakuten, Bhinneka dan lainnya.

That is all for today post
Your can also find me at


If you have any question, you can ask me on ask.fm here
or tweet me at @jeanmilka
or email me to jeanmilka20@gmail.com

See you on my next post


xoxo





Jean Milka

Disclaimer: This product was send to me for further assessment and review. This Article is but a reflection of my personal thoughts and experience.

No comments:

Post a Comment